AG Bakrie: Tebar Kartu Nama, Tuai Prospek
TokoKartuNama - Mengiyakan saja ketika seorang teman mengajaknya bergabung di Asuransi Astra, melakoni yang diajarkan para senior dan diungkapkan pakar marketing, lalu menjadikan profesi ini sebagai semata keuntungan. Sesederhana itu Leader Giant Team ini menekuni suksesnya.
Adalah H. Ahmad Garnezie Bakrie atau cukup dengan sebutan AG (eja dalam bahasa Inggris), tidak pernah mau fokus pada hal sulit. “Simple saja,” begitu kalimat yang kerap ia sisipkan dalam tiap penuturannya. Bergabung tahun 2000 di Asuransi Astra, AG mengaku saat itu tak terlalu serius menekuni profesi sebagai Agent. Setelah peluncuran Program Mitra Garda Oto, Januari lalu – AG langsung berniat serius dan komit menjalankan bisnis ini sebagai entrepreneur. Alasannya karena Program Mitra Garda Oto menerapkan system kemitraan yang memungkinkan setiap individu dalam komunitasnya berkembang dan maju bersama. “Kesempatan untuk menjadi besar terbuka untuk semua level,” AG menegaskan.
AG yang besar dilingkungan keluarga yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri, mengaku enggan ikutan menjadi Pegawai Negeri. Ia malah bangga dengan profesi yang ditekuni sekarang sebagai Agent. “Kalau ditekuni serius, profesi Agent itu seperti supermarket. Bisa menjual barang apa saja, mulai dari properti, kendaraan, asuransi dan lain sebagainya. Profesi jasa ini juga sangat menguntungkan banyak orang. Apalagi kalau sebagai Agent, kita bisa memaintain customer dengan baik. Tidak menghubunginya hanya sekedar menagih premi, tapi juga mengingat ulang tahunnya, perpanjangan STNK-nya, dan hal kecil lainnya,” jelas pria asal Lampung ini semangat.
Apa yang disampaikan pria kelahiran 4 Juni 1964 ini memang tidak berlebihan. Berdasarkan pengalaman bapak dua puteri ini, profesi Agent dapat membuatnya hidup mapan seperti sekarang. “Kalau kebanyakan orang membeli rumah atau mobil yang sesuai budget, saya tidak. Saya membelinya karena selera. Soal dananya, baru saya cari – jadi tambah semangat jualannya,” ujar AG yang memotivasi diri dengan keinginan-keinginan. Tak hanya itu, ia juga merasa profesi ini mengajarkannya memanage diri sendiri dengan baik agar bisa berhasil. “Kita tak perlu ijin sama atasan kalau anak sakit, atau ijin kalau mau liburan dengan keluarga, atau memikirkan laporan yang belum kelar saat liburan. Semua kita yang atur, kita bosnya, kita yang tentukan besarnya pendapatan kita,” tambahnya.
Soal bangga menjadi Agent, AG tidak asal omong. Penggemar panganan Mpek-mpek khas Palembang ini rajin membagi kartu nama. “Lagi antri ATM, makan di food court, ketemu di mall, selalu saya sempatkan memberi kartu nama. Saya bilang, silakan pak/bu, saya agent di Asuransi Astra – kapan bapak/ibu membutuhkan, saya bisa bantu. Saya anggap kartu nama itu ibarat jaring, kalau ditebar pasti ada yang berpeluang menjadi prospek,” jelas AG yang telah membuktikan keberhasilan dari caranya itu. Menurutnya, yang penting setiap Agent cukup tahu kapasitasnya dan tahu mana segemen-nya. “Jangan asal seruduk. Kalau punya referensi, garap serius referensi yang ada – tidak usah memikirkan yang lain-lain. Fokus saja pada data referensi yang kita punya. Selanjutnya, layanan dan cara kita terhadap daftar referensi tersebut yang akan membuatnya berkembang atau tidak,” demikian AG.
Sebagai Leader untuk Giant Team, AG sengaja menjadwal waktu pada minggu ke-1 dan ke-3 untuk mengumpulkan team-nya. Membahas mulai dari kendala yang ada sampai kiat agar sukses menjual. Pada tiap kesempatan, lagi-lagi AG selalu menegaskan untuk tidak fokus pada kendala tapi harus fokus pada peluang. “Kalau dibilang industri automotive menurun. Tak usah berhitung berapa angka penjualannya tahun ini. Tapi berapa jumlah mobil beredar. Itu berarti kita masih punya peluang untuk menggarapnya. Jadi, pasar selalu ada, hanya saja bagaimana kita bisa menggarapnya dengan baik. Kalau kebetulan Anda tidak punya banyak referensi, lakukan cara saya dengan kartu nama. Selain menunjukkan keseriusan dan keprofesionalan, Anda juga menunjukkan bahwa Anda bangga dengan profesi ini. Itu akan di-respect orang,” semangat pria berambut cepak ini bertutur.
Sukses memang tidak dilahirkan, melainkan diciptakan melalui peluang-peluang yang sigap direspon. Positive Thinking, komitmen terhadap profesi pilihan dan tidak menghargai orang lain atau pun customer sebatas jumlah premi yang mereka bayarkan, telah berhasil mengantar AG ke posisi sekarang. Bagaimana dengan Anda?
Sumber : Gomitra

